Kadrun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Dia tidak melanjutkan bertanya apapun.Sedangkan Zulaikah, dia tampak kembali mendekati salah satu ibu pembatik yang dengan hati-hati mengguratkan canting di atas kain mori.“Ini kain premium, Bu?” tunjuk Zulaikah pada kain yang sedang dikerjakan si Ibu.“Iya, kalau untuk batik tulis kita pakai kain katun premium atau kadang pakai sutra juga.”“Satu lembar ini selesai berapa lama dengan Ibu?” tanya Zulaikah.“Ya, setengah bulan lah, Bu. Tergantung motif, kalau rumit, ya harus lebih hati-hati jadinya butuh waktu lebih lama, bisa 1 bulan sendiri.” “Ibu yang buat desain ini sendiri?”Ibu itu tertawa, “saya bagian yang melukis saja, Bu.”“Siapa yang buat desain ini?” tanya Zulaikah lagi.“Ada, si Udin. Dia sudah sejak SMP diajarkan Bang Kadrun mendesain,”“Motif apa ini, bu?”“Riang-riang,” kali ini Kadrun yang menjawab, “ia terinspirasi dari serangga tonggeret yang melambangkan semangat dan kehidupan.”Kadrun melambaikan tangan ke arah
Leer más