Mobil yang dikendarai Kevin melaju meninggalkan Desa Dewi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari biasanya.Di depan sana, mobil milik Mami Kevin terlihat beberapa kali. Namun jarak di antara mereka sengaja dipertahankan. Kevin tidak berusaha menyusul. Maminya pun tidak pernah menunggu.Seperti hubungan mereka saat ini.Mereka masih satu tujuan, masih satu jalan, tetapi terasa begitu jauh.Kedua tangan Kevin mencengkeram setir kuat-kuat. Bayangan wajah Lia terus muncul di pelupuk matanya.Tatapan perempuan itu. Air mata yang ditahan mati-matian. Sorot kecewa yang bahkan tidak disertai kemarahan. Itulah yang paling menyakitkan.Andai Lia marah, mungkin Kevin masih bisa membela diri. Andai Lia berteriak, mungkin Kevin masih punya kesempatan menjelaskan. Namun Lia tidak melakukan apa-apa.Perempuan itu hanya diam. Justru diam itulah yang menghancurkan Kevin.***Hari mulai sore ketika mereka tiba di rumah keluarga Kevin. Begitu masuk ke halaman, Mami Kevin turun lebih dulu dari mobi
Magbasa pa