"Apa kau hanya penasaran dengan rambutku, Al?" Aland tersenyum dengan mimik wajah nakal. "Terlalu munafik jika aku mengatakan tidak." Sofia tertawa singkat. "Maaf, kau harus kecewa. Aku tidak akan menanggalkan jilbabku hanya demi memuaskan rasa penasarannya." Aland mendengus, tapi tidak berkomentar apa pun. Sofia pun segera membantunya menanggalkan pakaiannya. Aland hanya diam saat Sofia melakukan tugasnya. Melepaskan dasi, membuka kancing jas. Sofia berhenti sejenak saat tangannya harus membuka kancing kemeja itu satu persatu. Aland melihat keraguan di matanya. Pria itu seketika terkekeh. Kekehan sinis, bukan geli. Sofia mengangkat pandangannya. "Apa?" "Kau tidak sedang merayu, bukan?" Hidung Sofia mengerut sejenak. "Merayu?" "Kau bertingkah seperti gadis lugu begitu ingin membuka kancing bajuku." Sofia melongo, detik berikutnya dia tertawa. "Astaga, apa sangat terlihat sekali. Hais, aku sedang berusaha dan kau malah merusaknya." Sofia memasang wajah pura-pura kesa
Baca selengkapnya