Berhari-hari telah berlalu, namun Jordan tetap tidak merasakan sedikit pun keberadaan Zero mendatangi kediamannya maupun berkeliaran di dalam hutan belakang kediaman Jola.Ninja itu seolah menguap ditelan bumi.Meskipun begitu, Jordan tidak ingin lengah. Ia memanfaatkan waktunya untuk berlatih fisik jauh lebih keras dari biasanya."Kenapa sih kau berlatih sekeras ini? Lihat, tanganmu sampai tergores begini!" omel Lagertha lembut sambil meringis pelan saat mengoleskan cairan antiseptik ke lengan Jordan.Akibat latihan keras dan meniru gerakan tupai serta hewan-hewan yang Jordan itu, lengan Jordan juga sedikit mengalami keseleo. Imbasnya, ia agak kesulitan untuk menggendong Joshua.Sementara itu, sang bayi tampan sedari tadi hanya memandangnya dari kereta bayi dengan tatapan polos nan tajam. Kelopak mata bulat Joshua hampir tak berkedip dan bibir mungilnya menolak tertawa renyah karena belum mendapatkan perhatian dari Jordan."Sayang, tolong ambilkan kain gendongan. Aku mau menggendong
Magbasa pa