Melihat Priya tetap tidak bergerak, Sodam tersenyum dan berkata, "Kalau nanti saat kami bertarung, kamu nggak bisa tahan pukulan kami ...."Namun, Priya langsung menyela, "Kak Sodam, nggak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa hati-hati.""Baiklah, anggap saja tadi aku nggak bilang apa-apa tadi," kata Sodam sambil tersenyum kejam, lalu tubuhnya berkelebat. Dengan kecepatan yang begitu luar biasa hingga sulit dipercaya, dia melayangkan pukulan telapak tangan ke arah kepala Tirta.Tadi, Sodam mampu mengangkat monster yang beratnya jutaan kg dan besarnya bagaikan sebuah kota hanya dengan satu tangan. Kini, dia mengerahkan seluruh kekuatannya dalam serangan ini, daya hancurnya tentu jauh lebih mengerikan. Hanya tekanan angin dari telapak tangannya saja, sudah memadatkan udara menjadi dinding baja yang keras.Serangan itu melaju dengan kekuatan yang tak terbendung dan tekanan yang dipancarkannya sangat mengerikan."Tirta, hati-hati!" teriak ketiga wanita itu yang tidak dapat menahan diri secara
Read more