Beberapa bulan berlalu sejak malam di balkon itu. Kehidupan baru yang mereka bangun perlahan-lahan menemukan ritme yang stabil.Toko bunga Flora mulai ramai dikunjungi pelanggan, dan Nathan benar-benar membuktikan ucapannya untuk memprioritaskan keluarga di atas segalanya. Namun, kedamaian mereka kembali terusik ketika sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan pekarangan rumah mereka pada suatu hari Minggu yang cerah.Seorang pria paruh baya berambut perak dengan setelan jas formal turun dari mobil. Pria itu adalah Albert Marshall, paman Nathan sekaligus kepala dewan komisaris Marshall Group yang mengirimkan surat tuntutan beberapa minggu lalu.Nathan yang sedang membantu Nayla menyiram tanaman di halaman depan langsung berdiri tegap. Tatapannya menegang. Flora yang baru keluar dari pintu rumah membawa nampan berisi camilan langsung mempercepat langkahnya, berdiri di samping Nathan dan menggenggam jemari suaminya erat.“Kau terlihat sangat domestik untuk seorang pria yang menya
Baca selengkapnya