**Tiba-tiba Iroh menyadari sesuatu dan kini menatap sang suami dengan sangat khawatir.“Lho, mas..?” Iroh memegangi wajah Gending, menolehkannya pelan-pelan, ke kanan dan kiri.“Wajah kamu luka begini, kenapa?” Tanya Iroh cemas.Gending tersenyum tipis. “Tidak kenapa-napa kok.”“Kalau tidak kenapa-napa, kenapa luka begini?”Iroh menunjuk pelipis Gending. “Nih, ada jahitan begini. Bekas luka robek ya? Nah terus, ini pipi kamu memar, ujung bibir kamu juga.”Iroh lantas berdiri. Ia memeriksa menyibak-nyibak rambut Gending, seperti emak-emak desa yang mencari kutu di kepala anaknya.“Masya Allah, Mas.., ini di kepala kamu banyak luka memar, kebiruan.., kamu habis berantem ya?”Belum sempat Gending menjawab, Iroh kemudian menunduk, dan beralih pada kedua tangan Gending dan memeriksanya pula.“Duh, ini banyak luka juga, memar, lecet.”
Read more