"Guru, bertahanlah!" kata Yun Xiao seraya menyalurkan Qi pada luka gurunya, memadatkannya agar pendarahan berhenti.Zhang Hao mengangkat tangan kanannya. Meski kondisinya sangat lemas, ia tetap menggerakkan tangan itu dan menggengangam pergelangan Yun Xiao yang sedang menyembuhkan luka di dadanya. "Simpan saja energimu untuk pulang dengan selamat, Xiao'er!" kata Zhang Hao dengan suara lemah. Yun Xiao menggeleng. "Tidak! Aku harus menyelamatkanmu.""Aku ... tidak akan bertahan lama.""Kau kuat. Kau pasti bisa bertahan!" Tangan Yun Xiao bergetar hebat saat mengatakan itu.Zhang Hao tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya tersenyum untuk mengurangi rasa khawatir muridnya. Namun, beberapa saat kemudian, matanya menutup dengan pelan. Napas dan detak jantungnya berhenti saat itu juga. "Guruuuuuu!" Tangis Yun Xiao pecah seketika. Tubuhnya terguncang hebat, membiarkan air matanya jatuh membasahi wajah pucat gurunya yang kini terbujur kaku di pangkuannya.Sore itu, di bawah langit yang mulai
Leer más