Kaiden berjalan keluar dari terowongan begitu Dominic menghilang dibalik pintu besi. Ia melangkah perlahan, memperhatikan pijakannya, kalau-kalau ada jebakan yang terpasang. Dirasa aman, pandangannya kemudian terarah ke titik di mana Dominic menghilang. Dia menggali pasir itu, lalu menemukan sebuah pintu sebelum memasukinya. Kaiden masih tercengang mengingat hal itu. Tidak pernah sedikit pun terpikir olehnya bahwa pintu masuk markas disembunyikan di bawah pohon akasia yang menjulang. Ia merasa takjub sekaligus kesal dengan kecerdikan Baliant. Biasanya, sebuah pohon selalu ditebang jika seseorang akan membuat bunker bawah tanah di gurun. Terutama jika pohonnya adalah pohon raksasa berusia ratusan tahun. Struktur akarnya yang besar, bercabang, dan banyak jelas akan membuat pembangunan bunker menjadi terhambat. Namun, Baliant sengaja tidak menebang pohonnya. Justru, ia menggunakan pohon itu sebagai pengecoh alami untuk melindungi pintu masuk bunkernya. Tidak ada seorang pun d
Baca selengkapnya