Sudah enam jam lebih semenjak Ethan mengirimkan pesan yang berisi alamat tempat mereka bertemu hari ini. Namun, pesan itu belum ada balasan sama sekali. Jemarinya mengetuk-ngetuk layar ponsel di atas meja.Tommy yang berdiri tak jauh dari meja kerja itu masih diam dengan sikap tegak, bak siap beraksi begitu mendapatkan mandat dari tuannya. Dia tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi dia yakin ini ada kaitannya dengan wanita itu. Bibirnya dilipat ke dalam, mengambil napas panjang, kemudian membuka mulut. “Tuan, acara akan dimulai setengah jam lagi.”“Katakan aku akan terlambat.”“Baik, Tuan.” Lantas ponsel menjadi benda yang pertama dia cari untuk menghubungi bawahannya yang berada di lokasi tersebut.Di samping itu, Aria hanya memandang ponsel yang terus berdering di atas meja, tepat berdampingan dengan test peck. Tatapannya kosong, begitu juga dengan pikirannya. Ini terlalu mendadak, terlalu mengguncang dan membuat Aris sulit berpikir jernih.“Apa yang harus aku katakan
Read more