Sheana berhenti, menoleh. Ia melihat gurat lelah di wajah Dirga, juga kesedihan yang nyata. Ia tahu, perpisahan ini juga berat bagi Dirga, meskipun Dirga yang menginisiasinya."Aku... berusaha," jawab Sheana jujur. "Kamu?"Dirga tersenyum tipis, tawa tanpa suara. "Aku juga. Kita sama-sama belajar melepaskan, kan?"Sheana mengangguk. Ia berjalan mendekat ke arah Dirga. Kini mereka berdiri berhadapan, di tengah kamar yang dulu menjadi saksi bisu pernikahan mereka."Aku... aku minta maaf, Ga," bisik Sheana, menatap mata Dirga. "Maaf karena nggak bisa mencintaimu seperti yang kamu inginkan. Maaf karena aku bukan istri yang sempurna."Dirga menggeleng. "Nggak ada yang perlu dimaafkan, Na. Kita udah melakukan yang terbaik. Aku juga minta maaf. Untuk semua caraku yang mungkin menyakitimu.""Aku tahu kamu hanya ingin aku bebas," kata Sheana, ada pengertian di matanya. "Dan sekarang aku mengerti. Thank you, Ga. For everything."D
Baca selengkapnya