Axelo membelalak. Dia benar-benar tidak menyangka Arlo akan berani bertindak sejauh ini.Bukan saja membunuh Kanz, pengawal Keluarga Prijaya, di depan umum, sekarang bahkan berniat menjadikannya sandera?"Arlo, aku keturunan langsung Keluarga Prijaya! Aku bukan seperti Bimala yang nggak dianggap penting itu. Kalau kamu berani menyentuhku, kamu ...."Krak! Arlo menendang lutut Axelo."Aaaah!" Axelo mengeluarkan teriakan memilukan. Dalam sekejap, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Kebencian di matanya tidak bisa disembunyikan."Arlo, aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu ...." Secara refleks, dia memaki dengan marah.Balasannya adalah kaki satunya lagi dihancurkan. "Kalau kamu masih bisa memahami bahasa manusia, telepon orangmu dan suruh mereka antar barang itu ke sini.""Kalau nggak paham bahasa manusia, aku akan patahin tangan dan kakimu dulu, lalu rontokkan gigimu, hancurkan wajahmu, dan gantung tubuhmu di gerbang Keluarga Kushanto!"Nada bicara Arlo santai saja. Namun, se
Baca selengkapnya