Begitu keluar dari rumah sakit, Clarin berkata dingin pada Carles, “Aku pulang dulu.”Carles langsung mencengkeram pergelangan tangannya yang ramping. “Aku antar.”“Nggak searah, nggak perlu repot,” balas Clarin dengan nada menyindir. “Tenang saja. Walau tinggal di rumah ibu, aku akan tetap bersikap baik, nggak akan membuat masalah dan menambah beban untukmu.”Selesai berkata begitu, dia berusaha melepaskan cengkeraman tangan Carles dengan tangan satunya lagi.Rahang Carles menegang. Dia terdiam beberapa detik.“Maaf,” ucap Carles.Gerakan Clarin membeku. Dia tak menyangka pria yang selalu tinggi hati itu akan meminta maaf karena salah paham padanya.Namun, dia tetap berkata datar, “Carles, satu kata maaf nggak bisa menghapus luka ketidakpercayaanmu padaku.”Carles tak bisa membantah.Clarin pun melanjutkan, “Sekarang, aku nggak merasa bahagia bersamamu. Sebelum anak ini lahir, kita pisah rumah dulu ….”Carles memotong dengan suara dingin, “Nggak bahagia bersamaku? Lalu dengan siapa ka
Read more