Ia meraih paper bag tersebut, mengeluarkan isinya, dan seketika sebuah lukisan berukuran sedang terbentang di tangannya.Alya melirik sekilas dari sudut matanya."Itu kado pernikahan dari Arlan," ucap Alya santai, mencoba tetap fokus pada ketikannya."Cantik, kan?" lanjutnya."Istriku memang cantik," sahut Reihan spontan, matanya masih menatap lekat guratan kuas di atas kanvas tersebut.Senyum Alya langsung melebar mendengar pujian tersebut.Namun beberapa saat kemudian, ekspresi Reihan perlahan berubah datar. Alisnya berkerut tipis saat kembali mengamati lukisan itu dari atas hingga bawah."Tapi kenapa cuma ada kamu? Ini kan kado pernikahan, harusnya Mas juga dilukis dong di sini," protes Reihan, nadanya mendadak berubah ketus."Sepertinya dia memberikan ini karena ada maksud lain," gumam Reihan kemudian.Alya menghentikan ketikannya lalu menoleh, menatap suaminya dengan sebelah alis terangkat."Maksud lain gimana?" tanya Alya bingung."Jangan mulai deh, Mas," lanjut Alya cepat sebel
อ่านเพิ่มเติม