Setelah mengucapkan kalimat itu, Yasmin baru menyadari bahwa Irvin masih berdiri di samping.Dia melambaikan tangan. "Kamu pergi saja. Di sini sudah nggak butuh kamu lagi."Irvin benar-benar kesal. Saat dibutuhkan, dia dijadikan sopir, pekerja paruh waktu, bahkan alat pijat hidup. Begitu tidak dibutuhkan lagi, cukup dilambaikan tangan dan disuruh pergi. Datang saat dipanggil, pergi saat diusir.Parahnya, dia memang sebodoh itu. Begitu Yasmin menggerakkan jarinya sedikit saja, dia langsung berlari menghampiri.Irvin sangat kesal, tetapi yang dia hanya kesal pada dirinya sendiri."Kalau begitu ... nanti aku antar makan malam ke sini." Dia hanya bisa berdiri dan bertanya, "Mau makan apa?""Dengan kondisi Cay seperti ini, memangnya dia bisa makan apa?" Yasmin meliriknya dengan sinis. "Bawakan sesuatu yang bergizi dan mudah dicerna.""Oke."Setelah Irvin pergi, Caitlyn menoleh ke Yasmin. "Kenapa sikapmu begitu ke dia? Nggak sopan lho."Yasmin tidak peduli. "Memangnya kenapa? Sudahlah, tengg
Read more