"Tambahkan susu kental manisnya dua sendok lagi di kopi tubruk saya, Mbak Tuti, biar energi tarikan banter fuso saya tidak loyo siang ini!" seru Juna sambil mengedipkan sebelah matanya genit di depan meja konter kayu kantin supir.Mbak Tuti, pelayan kantin baru yang berwajah merakyat itu, hanya mencibir renyah sambil mengaduk sendok hingga menimbulkan bunyi denting yang nyaring.Slamet duduk menyandar kaku di bangku panjang sebelah pojok, membetulkan letak handuk kecil yang melingkar di lehernya yang legam berbau solar pangkalan."Waduhhh… te-te-tetapi mata kamu dilarang lirik-lirik genit begitu, Jun, kalau Cindy tahu kamu menggoda pelayan baru, bisa habis jatah makan siangmu dikunci siber!" tegur Slamet agak gagap panik."Tenang saja, Kang, si Mbak Tuti ini beneran tipe pemikat pengawal lapangan seperti kita yang butuh asupan manis setelah begadang ronda gerbang," balas Juna nyengir banter.'Hadeuhhh… melihat para otot beton ini tert
最終更新日 : 2026-07-18 続きを読む