Dokter yang dihubungi Rayden tiba tak lama kemudian. Seorang perempuan berpenampilan rapi dengan tas medis berukuran sedang di tangannya, lengkap dengan peralatan medis untuk memeriksa pasien kapan pun dibutuhkan. Begitu melangkah masuk, ia sempat terpaku. Alisnya bertaut, jelas terkejut melihat tampilan rumah itu. Ia baru menyadari bahwa Rayden, sepupunya yang selalu tinggal di tempat mewah berfasilitas lengkap, ternyata memilih tinggal di tempat sederhana seperti ini. Tidak sesuai sama sekali dengan gaya hidup yang ia kenal. Bukan karna rumah ini jelek, tapi ini cukup jauh dengan gaya kehidupan sepupunya tersebut. “Ayo cepat, kamu harus segera memeriksanya,” ucap Rayden nada mendesak. Tidak ada orang yang bisa ia percaya kecuali sepupunya, karena bagaimana pun ia tidak bisa sembarangan memeriksaakan kondisi Anya pada dokter lain. “Sebenarnya yang ingin aku periksa siapa, Ray? Dan, kenapa kamu tinggal di sini?” Fira berusaha mensejajarkan langkahnya dengan laki-l
Baca selengkapnya