Kara berdiri di tengah ballroom mewah yang penuh lampu kristal berkilauan. Gaun hitam sederhana yang dikenakannya terasa biasa saja di antara gaun-gaun mewah para tamu. Semua mata keluarga Lang tertuju padanya. Ada yang melihat dengan iri, ada yang curiga, dan ada pula yang tersenyum palsu seolah-olah mereka mendukungnya.Mira, wanita yang kemarin mengajaknya ke sini, berdiri di samping Kara sambil menyentuh bahu gadis itu dengan lembut. “Kamu pewaris tunggal sekarang, Kara. Semua milik kakekmu, Victor Lang, jatuh ke tanganmu. Ratusan miliar rupiah, rumah-rumah besar, perusahaan-perusahaan, bahkan saham di luar negeri. Tinggal bilang ‘ya’, dan kamu tidak perlu lagi hidup susah di rumah kecil itu.”Kara menunduk, melihat surat wasiat asli yang masih dipegangnya. Tulisan tangan kakeknya yang dulu terasa dingin kini seperti janji kekayaan yang menggoda. Ia ingat bagaimana hidupnya selama ini—rumah kecil yang bocor kalau hujan deras, makan seadanya, dan ibunya yang selalu capek bekerja.
Last Updated : 2026-06-05 Read more