"Jena ... aku mencintaimu," bisik Arlo tak bisa berhenti. Malam ini menjadi malam yang panjang untuk keduanya. Baby Zalfa juga tertidur pulas di tempatnya seolah begitu pengertian. Memberikan ruang untuk kedua orang tuanya saling memberi kehangatan. Mereka memang bukan pengantin baru, tetapi perasaan cinta mereka baru sama-sama tumbuh setelah badai berlalu. Arlo yang merasa pernah gagal dan hampir kehilangan, benar-benar ingin menjaganya. Keduanya melepas lelah dibatas peraduan cinta mereka. Saling mendekat, seolah esok tak ada waktu bersama. "Kamu milikku Jena, hanya milikku," kata pria itu meluapkan kasih sayangnya sepenuhnya. "Hmm, aku bisa merasakannya Kak," balas Jena merasa begitu dicintai. "Apakah kita akan terus seperti ini? Kak Arlo akan tetap menginginkanku walaupun kelak tidak muda lagi?""Tentu saja, aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu. Membesarkan anak-anak kita bersama. Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan kedua.""Aku berharap tidak ada yang akan
Magbasa pa