Winter terbangun perlahan. Kelopak matanya membuka, dan hal pertama yang tertangkap penglihatannya adalah wajah Greyson yang masih terpejam di sisinya.Rambut pria itu berantakan, tidak diatur, jauh dari tampilan kamera. Wajahnya polos, hidungnya tinggi, bibir tipis dengan warna merah alami, dan kulit putih yang terlihat halus di bawah cahaya pagi. Tenang. Nyaris terlalu sempurna untuk disebut nyata.Winter menatapnya lebih lama dari yang ia sadari. Ingatan lama muncul tanpa diminta.Dulu, ketika Greyson masih menjadi bagian dari grup idolnya, berada di masa paling bersinar dalam karir mereka. Lagu-lagu grup itu sering terdengar di mana-mana. Stasiun televisi, festival musik, linimasa media sosial, hingga konser tunggal yang selalu penuh. Winter masih SMP saat itu. Ia tidak benar-benar menjadi penggemar, hanya pendengar pasif yang tahu nama grup itu karena hampir semua teman perempuannya membicarakannya.Grup beranggotakan lima orang, masing-masing dengan visual kuat dan karakter yan
Read more