Melihat dokter kepala yang berwibawa itu tiba-tiba membungkuk sembilan puluh derajat ke arahnya dengan tubuh bergetar hebat, Kukuh mengernyitkan dahi. Ia menarik tangannya dan memegang paperbag hitam itu dengan canggung."Loh, Anda ini kenapa, Pak?" tanya Kukuh, benar-benar bingung atau setidaknya berusaha tampak bingung dengan perubahan sikap drastis dari sang petugas medis."Mohon maaf, Tuan Muda... Ampuni kebodohan dan mata buta saya karena tidak mengenali Tuan Muda sejak awal," jelas dokter senior itu, suaranya masih tertahan oleh rasa hormat dan ketakutan yang bercampur aduk. Kepalanya enggan diangkat sebelum mendapat izin.Kukuh menghela napas pendek, merasa risih menjadi pusat perhatian. Ia melambaikan tangannya dengan santai."Tidak, tidak. Bapak salah paham. Saya ini cuma orang biasa, bukan tuan muda siapa-siapa," ucap Kukuh merendah, menolak gelar tersebut. "Sudah, tegakkan tubuh Anda, Pak Dokter. Dilihat banyak orang tidak enak."Mendengar perintah langsung itu, barulah san
Baca selengkapnya