"Kamu tunggu di lobi sini! Jangan ke mana-mana!" perintah Dian Ayu Aji Saka dengan nada memerintah yang tak terbantahkan. Telunjuknya mengarah tajam pada salah satu kursi kosong di sudut ruangan. "Duduk diam dan jaga barang-barang ini. Jangan membuatku malu!""Baik, Nyonya," balas Kukuh patuh, sedikit menundukkan kepalanya.Setelah rombongan keluarga penguasa Rajah Wangi itu melenggang pergi menuju lift VIP khusus, Kukuh akhirnya duduk sendirian. Ia menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya pada kursi tunggu yang empuk.Suasana lobi rumah sakit megah itu cukup ramai. Kukuh mengedarkan pandangannya, mengamati lalu-lalang para dokter, perawat, dan beberapa pasien konglomerat yang sedang mengantri di bagian administrasi.Namun, mata Kukuh mendadak terpaku pada satu pemandangan ganjil.Di ujung koridor, seorang pasien pria tua sedang didorong di atas kursi roda oleh perawatnya. Pria itu tampak sangat pucat dan terus terbatuk-batuk. Akan tetapi, bukan kondisi pasien itu yang membuat
Baca selengkapnya