"Halo, Pak Rey? Iya, ini aku baru—""Lucia, kau harus tiba di studio majalah Glamour tiga puluh menit lebih awal," potong suara tegas Manajer Rey di seberang telepon, memotong kalimat Lucia yang bahkan belum selesai. "Jadwal Victor dimajukan karena dia ada syuting iklan mendadak nanti siang. Kau sudah bangun, kan? Suaramu terdengar aneh."Lucia melirik ke sampingnya. Arthen sudah terjaga, bersandar pada sikunya sambil menatap Lucia dengan senyum miring yang sangat menyebalkan. Tangan kekar pria itu bahkan sengaja mengusap pinggang polos Lucia di balik selimut, membuat Lucia harus menahan napas agar tidak mendesah di depan manajernya."I-iya, Pak. Aku sudah bangun. Aku akan bersiap sekarang," jawab Lucia buru-buru sebelum langsung mematikan panggilan.Begitu ponselnya tergeletak kembali di nakas, Lucia langsung berbalik dan memukul dada Arthen dengan bantal. "Singkirkan tanganmu, Arthen! Gara-gara kau, aku hampir ketahuan!"Arthen terkekeh
Read more