“Lebih baik kau istirahat dahulu. Aku tahu kamu masih marah soal kematian Enzo.” Cassian melangkah pergi. Langkahnya pelan.“Aku akan rapat dengan yang lainnya. Aku akan menghampirimu setelah selesai,” lanjut Cassian sebelum benar-benar keluar tenda.Namun Marielle hanya diam, bahkan wanita itu tak menatap Raja sedikitpun. Akhirnya, dengan hati yang berat Cassian pergi.Di dalam tenda komando utama yang megah, sebuah meja kayu jati besar membentang, dipenuhi oleh peta wilayah, laporan kerusakan, serta estimasi logistik.Di kedua ujung meja, duduk dua pria paling berpengaruh di kekaisaran Minerva. Cassian, sang Raja, duduk dengan punggung tegak dan dagu terangkat, mengenakan jubah kebesarannya yang masih menyisakan aura dingin. Di ujung lainnya, Aldric, sang Grand Duke, bersandar dengan ekspresi kaku, matanya sedalam jurang es menatap lembaran kertas di hadapannya. Claude, Jackson, beberapa jenderal, dan para menteri ikut mengelilingi meja rapat."Kita mulai rapat ini," Cassian mem
Baca selengkapnya