Mobil Bagas akhirnya memasuki halaman Rumah Sakit Jiwa tempat sang mama menjalani perawatan selama bertahun-tahun.Bangunan itu masih sama..Cat dinding berwarna putih gading. Taman kecil dengan bunga-bunga yang terawat. Beberapa pasien tampak berjalan santai didampingi perawat.Bagas mematikan mesin mobil. Untuk beberapa saat, dia hanya duduk diam sambil memandang bangunan di depannya.Sudah lama dia tidak datang dengan hati setenang hari ini. Biasanya setiap kali datang, pikirannya selalu dipenuhi satu tujuan ; membalas dendam, mencari bukti, menjatuhkan Maudy.Namun hari ini, perempuan yang menghancurkan keluarganya sudah berada di balik jeruji besi. Meski proses hukumnya belum selesai, setidaknya langkah pertama menuju keadilan telah dimulai.Bagas mengembuskan napas panjang, lalu turun dari mobil. Begitu memasuki lobi, seorang perawat langsung mengenalinya."Selamat siang, Mas Bagas." Perawat perempuan paruh baya itu tersenyum ramah.Bagas tersenyum. "Siang, Sus.""Udah lama gak d
Read more