Sebelum melangkah keluar dari pintu penginapan, Kaelus menahan pundak Roselyn pelan, menghentikan langkah sang istri tepat di dekat kereta kuda yang sudah siap. Pria berambut perak itu berlutut dengan satu kaki, memeriksa kembali ikatan tali sepatu Roselyn, lalu berdiri untuk merapikan mantel tebal yang menyelimuti tubuh kecil tersebut. "Ada yang sakit?" tanya Kaelus, sepasang netra merahnya menatap lurus, memindai wajah Roselyn dengan raut sarat akan kekhawatiran.Roselyn menggeleng pelan, seulas senyum tipis terbit di bibirnya. "Aku sudah jauh lebih baik, Kael. Sungguh."Kaelus tidak langsung menjawab. Ia meraih jemari Roselyn yang terbalut kain perban, menggenggamnya perlahan seolah memastikan s
Read more