Malam sudah benar-benar larut.Koridor kompleks apartemen tampak sepi. Lampu-lampu kecil di langit-langit menyala temaram, memantulkan cahaya pucat di lantai yang dingin.Langkah Vania terdengar pelan saat ia berjalan menyusuri lorong.Tubuhnya lelah setelah semua kejadian malam itu. Pikirannya masih dipenuhi wajah Ryan, surat tantangan, kematian Wesley, juga sosok Lulu yang menunggunya di rumah.Namun begitu sampai di depan pintu unitnya, senyum kecil tetap muncul di bibirnya.“Lulu, kakak pulang!”Tidak ada jawaban dari dalam.Vania mengernyit.Biasanya, begitu mendengar suaranya, Lulu akan langsung berlari kecil ke pintu. Namun malam ini, unit itu begitu sunyi. Bahkan dari celah bawah pintu, tak terlihat cahaya sedikit pun.Kamar itu gelap total.“Klik!”Pintu tiba-tiba terbuka dari dalam.Kepala mungil Lulu menyembul dari balik pintu. Rambut hitamnya sedikit berantakan, wajah kecilnya pucat, dan begitu melihat Vania, matanya langsung berbinar.“Kak Vania!”Bocah itu tersaruk-saru
Read more