“Suka kamarnya?” tanya Kylar sambil memperhatikan istrinya yang sedang bersandar di kepala ranjang.Sesuai rencana, setelah makan malam bersama Lisa mereka langsung pindah ke penthouse. Sementara itu, hampir seluruh barang pribadi mereka sudah lebih dulu dipindahkan oleh para asisten rumah tangga atas instruksi Kylar.Ryn mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Interiornya didominasi warna hitam, abu dan putih. Tempat itu memang mewah, tetapi suasananya sangat berbeda dengan rumah utama yang selama ini mereka tinggali.“Suka, Mas,” jawab Ryn sambil mengangguk. “Cuma sepi banget, ya. Biasanya ada suara Bu Ratna, ART yang lain, Pak Bimo, tukang kebun, kadang Ziva lari-larian. Sekarang cuma kita berdua.”“Besok Ina juga datang.” Kylar menghampiri istrinya sambil membawa segelas susu hangat yang memang sudah dia siapkan sejak tadi. “Hari ini dia masih bantu beres-beres di rumah utama.”Pria itu menyerahkan gelas tersebut ke tangan Ryn, lalu duduk di tepi ranjang. “Minum dulu susunya.
Mehr lesen