Noah tersentak. Matanya yang sejak tadi menyorot datar, mendadak membola lebar.Untuk pertama kalinya, keterkejutan tampak jelas di wajah datar Noah. Dengan ekspresi gusar, Noah segera membantah, “Ma, kami baru saja menjalin hubungan. Tolong bersabar dan beri kami waktu.”Kamila mendengkus pelan, tetapi tak membuat senyumnya pudar. “Memangnya kenapa kalau baru menjalin hubungan? Kalau terlalu lama hanya pacaran, malah tidak baik.” Kamila membalas dengan cepat.“Ma.” Noah sampai tak bisa berkata-kata mendengar ucapan Kamila.“Mama bicara begini justru karena tahu Nindy itu wanita yang sangat cocok untukmu. Dia lembut, sabar, dan bisa mengimbangi sifat kakumu itu.” Kamila kembali bicara.Noah terdiam, tatapannya beralih menatap lantai marmer di bawahnya seolah sedang memikirkan sesuatu yang bahkan sebenarnya tak bisa dia mengerti.“Mama hanya berharap kamu dan Nindy bisa segera menyusul Kiran ke pelaminan.” Kamila kembali bicara, suaranya lembut penuh harap. “Soal mahar, seserahan, dan
Terakhir Diperbarui : 2026-07-10 Baca selengkapnya