Melihat reaksi Anya, Bagas tidak terburu-buru untuk langsung menyatukan kembali tubuh mereka. Setelah membaringkan Anya dalam posisi miring, Bagas merendahkan tubuhnya, perlahan mengangkat satu paha mulus Anya untuk bersandar di atas bahu kekarnya, membuka akses penuh pada keindahan di bawah sana. Tanpa memberikan aba-aba, Bagas langsung menundukkan kepalanya dan mendaratkan bibir serta lidah hangatnya, menghisap bagian intim Anya dengan begitu lahap dan berirama."Mas Bagas, ahhh! Jangan dihisap lagi, Mas, emhh, geli sekali," jerit Anya tertahan, jemari tangannya meremas kuat bantal sofa kulit saat merasakan lidah Bagas bergerak kian piawai memanjakan pusat sensitivitasnya.Bagas terkekeh rendah di sela-sela kegiatannya, suaranya terdengar teredam namun sarat akan kepuasan mutlak. Ia mendongak sekilas, menatap wajah merona Anya dengan pandangan yang begitu dalam."Kamu tinggal menikmati bagaimana cara saya memujamu, Anya. Katakan, apa lidah saya terasa jauh lebih nikmat di bawah sana
Read more