“Masuk.” Beberapa detik setelahnya, pintu kamar segera terbuka. Lalu derap langkah kaki terdengar mendekat.“Maaf membuatmu menunggu, Marquess,” ucap orang tersebut, suaranya terdengar rendah dan serak.Othinel mengangguk pelan, “Tak apa, William,” sahutnya. “Lagipula, aku juga minta maaf karena telah membuat pertemuan di tempat ini. Karena cuma tempat ini yang aman.” Pria yang dipanggil Willian terkekeh pelan, “Tak apa, asal istrimu tidak mencurigainya saja, Marquess.” Castella tertegun, ia kemudian mendongak hingga matanya bertemu dengan mata suaminya. “Ya, kurasa dia tidak akan bertindak bodoh dengan mencurigaiku,” ucap Othinel dengan nada datar namun tersirat suatu sindiran untuk Castella, pria itu kemudian melirik sekilas ke arah Castella. Sedangkan si wanita hanya dapat cengar-cengir, namun dalam benaknya ia memaki dirinya sendiri karena rasa malu yang kini harus ia tanggung.“Lalu, bisa kita mulai sekarang?”Wiliam mengangguk sebagai jawaban, ia kemudian mengeluarkan sebua
Última actualización : 2026-03-31 Leer más