Hari-hari dijalani Humey dengan rutinitas yang sama: penuh tekanan dan ketakutan.Baginya, rumah ini tak ubahnya neraka yang menyesakkan dada.Namun, pagi ini sebuah keanehan terjadi. Zayyan tiba-tiba memperlakukannya layaknya seorang ratu."Halo, selamat pagi, sayang," sapa Zayyan dengan senyum yang begitu manis, cukup untuk membuat mata Humey terbelalak tak percaya.Humey mematung. Tatapannya penuh keheranan. "I-iya, Mas," jawabnya canggung.Tanpa peringatan, Zayyan merangkul bahunya dan mendekatkan bibir ke telinga Humey."Cepat pakai baju setebal mungkin," bisiknya dingin. "Pastikan lebam di tanganmu itu tidak terlihat oleh Mama sedikit pun."Detik berikutnya, Zayyan menarik wajahnya kembali. Ia menatap mata Humey dengan ancaman yang membekukan darah, namun sedetik kemudian, ia kembali tersenyum lebar seolah tidak terjadi apa-apa.Humey paham sekarang. Mama mertuanya akan datang berkunjung.Zayyan pasti sudah tahu kedatangan ibunya dan sedang mempersiapkan skenario sempurna untuk
最後更新 : 2026-06-30 閱讀更多