"APA YANG TERJADI?" Sebuah suara keras terdengar menggelegar di koridor lantai dua villa itu. Beberapa sosok bergegas berjalan mendekat, melihat pemandangan berantakan itu dengan alis mengerut.Salsa mendongak, melihat kedatangan Hendry bersama Sienna dan Audrey dengan sorot mata tenang. Meski begitu emosi masih bergejolak dalam hatinya, jantungnya masih berdebar kencang bersama denyutan rasa sakit yang familiar dari luka sayatan yang Hendry ciptakan dalam hatinya tidak lama ini.Lisa tampak melihat seorang penyelamat, ia merangkak dan meraih kaki Hendry dengan penuh permohonan dan sikap adu domba. "Tuan besar, lihatlah nona muda. Sa-saya hanya mengantarkan sarapan, tapi ia berperilaku begitu kasar pada saya. Ji-jika begini, saya tidak ingin terus bekerja disini." Ucap Lisa tampak begitu lihai bersikap berpura pura lemah dan tak berdaya.Sorot mata Hendry menajam, akal sehatnya meraung dan ia menatap Salsa yang berdiri dengan tenang, menatapnya dengan sorot mata yang tak pernah Hendry
Magbasa pa