Di keesokan harinya, terlihat Liona bersiap-siap berangkat ke kampus, takutnya kalau ditunda lagi dia bisa ketinggalan banyak mata pelajaran pada kuliahnya.Dan kali ini bukan papanya atau sopir pribadi keluarga yang mengantarnya, tapi Ali yang sudah menjadi suaminya.“Cie yang diantar suami...” ledek mamanya saat Liona bersiap-siap.“Hehe, ya dong, Ma. Oh ya, Mama sendiri kenapa gak berangkat?” kata Liona sambil bertanya balik.Oh ya, Mama Liona juga adalah seorang kepala dosen di kampus tempat Liona kuliah sekaligus penerus kepemilikan kampus itu setelah kakek Liona meninggal.“Nanti Mama belakangan, sana cepat, Ali sudah menunggu di luar itu.”“Iya, Ma, sabar. Ini udah mau siap,” ucap Liona.Sementara di luar, Ali sudah menunggu di atas motor. Ya, walaupun banyak sekali mobil terparkir di sana yang bisa saja digunakan oleh Ali untuk mengantar Liona, malah motor yang dipilih oleh Ali. Seperti yang kita tahu, memang dari masih remaja Ali sangat menyukai motor.“Pa, pinjem motornya ya
Baca selengkapnya