Mobil kantor melaju pelan meninggalkan area Rajendra Engineering pagi itu masih agak lengang, langit baru saja benar-benar terang, dan jalanan Jakarta mulai hidup dengan ritme macet yang khas. Di kursi belakang, Aira duduk dengan koper kecil di sampingnya. Laptop sudah masuk tas, dokumen perjalanan juga sudah dia cek dua kali. Tapi tetap saja, tangannya sesekali membuka catatan kecil di ponsel, memastikan tidak ada yang tertinggal. Di sebelahnya, Dipta duduk tenang, seperti biasa. Jasnya rapi, posturnya tegak, mata fokus ke tablet yang berisi agenda perjalanan. Tidak ada percakapan panjang di awal, hanya suara AC mobil dan jalanan yang mulai ramai. Aira melirik ke luar jendela. “Surabaya ya…” gumamnya pelan, lebih ke dirinya sendiri. Dipta tanpa menoleh menjawab. “Iya.” Aira menghela napas kecil. “Kayaknya terakhir ke luar kota itu… lama banget.” Dipta tetap membaca layar. “Biasakan.” Aira langsung nyengir tipis. “Jawaban Bapak selalu kayak gitu ya.” Dipta tidak menanggapi, ta
閱讀更多