“Tentu saja,” angguk si Cepot.“Terima kasih, kanda Batara,” Galuh mulai mengeratkan genggaman pedangnya.Begitu juga dengan Arga, dia segera menarik sebanyak mungkin energi semesta untuk melakukan pertarungan terakhir.“Kau jangan sungkan adik prabu. Selama ada aku semua akan baik-baik saja” Si Cepot menyeringai.Dia tidak sadar bahwa wujud Batara hanya tinggal beberapa tarikan napas lagi. Sehingga setelah itu, Galuh dan Arga akan berada dalam masalah besar.“Hahahaha! Manusia, dewa, iblis, monster, dan para mahluk semesta bawah memang tidak pernah berubah,” sang Kucing Hitam tertawa terbahak-bahak.Suaranya begitu parau dan menggema menggetarkan seluruh semesta.“Siapa sebenarnya dia paman?” tanya Arga.“Sakakala, makhluk buas penunggu dasar neraka,” ungkap si Cepot.“Ne-neraka?” Galuh dan Arga mengerutkan kening secara bersamaan.“Benar, semesta terbagi atas tiga wilayah. Bawah, tengah, dan atas. Sementara mahluk neraka berada dibagian paling bawah semesta kita,” jelas si Cepot.Ar
Baca selengkapnya