"Paman, tadi itu keren sekali!!" Maxi berdecak kagum. Karena untuk pertama kalinya dia merasa menang atas Robby. "Aku melihat bahkan ayahnya sampai pucat. Ibunya yang bermulut tajam itu bahkan tidak bisa berkata-kata, Paman." "Sstt..." ujar Caleb. "Ayah, jangan sampai ada yang mengetahui drama kita ini, oke." Manik Maxi berbinar. Dia memberi jempolnya. "Baik, Ayah!" Aurelia yang mendengar interaksi keduanya hanya bisa diam. Entah ini harus dibiarkan atau diabaikan, semuanya membuat dilema. "Mereka tidak akan berani mengganggu lagi." "Itu kabar baik," Caleb mengusap kepalanya dengan lembut. Keduanya benar-benar asik dengan perbincangan mereka sampai mereka tidak menghiraukan kehadiran Aurelia. Tangan keduanya juga saling menggenggam. Aurelia tanpa sadar tersenyum hangat. "Bu, jangan lupa ambil foto kami." Ucapan Maxi membuatnya menoleh ke arah kedua pria beda usia itu. "Duduk di sana," Caleb menyentakkan dagunya. Rupanya mereka sudah berada di tribun. Aurelia mengan
อ่านเพิ่มเติม