"Kau berubah," ucap Jack sambil menatap Arsen yang sedang menyelesaikan beberapa berkas di ruang kerjanya. Arsen mengangkat kepalanya. "Apa maksudmu?" Jack menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Kau bahkan bisa menahan dirimu." Arsen mengernyit. "Aku tidak mengerti." Jack terkekeh pelan. "Biasanya kalau sedang tertekan atau emosimu tidak stabil, kau selalu pergi ke bar." "Tapi sekarang tidak lagi." Arsen kembali menatap berkas di depannya. "Aku sudah berhenti." Jawaban singkat itu membuat Jack mengangkat sebelah alisnya. "Berhenti?" "Iya." Jack tersenyum tipis. "Kalau tidak salah, dulu kau bilang itu satu-satunya cara untuk mengalihkan pikiranmu." Arsen menghela napas pelan. "Itu dulu." "Lalu sekarang?" Arsen terdiam beberapa saat sebelum menjawab, "Sekarang aku punya alasan untuk berhenti." Jack memperhatikan ekspresi sahabatnya itu. "Aluna?" Arsen tidak menjawab. Namun diamnya sudah cukup menjadi sebuah jawaban. Jack terkekeh kecil. "Aku benar-benar tidak menyang
Baca selengkapnya