“Anak saya menangis! Bagaimana ini? Apa dia tidak nyaman? Atau infusannya menusuk terlalu dalam? Atau kau tadi mencubitnya?” Suster itu terkejut, tubuhnya tegang begitu dicecar oleh Rayden. “Hah?” "Kamu apakan anak saya tadi sampai dia menangis seperti ini?” Rayden terus mendesak. Bayi-bayi ini mulai rewel dan ia takut, selang-selang di tubuhnya, pun jarum infus di tangan mungil itu menyakiti mereka. Sang perawat hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar hal tersebut. “Tuan, kalau menangis itu wajar bagi bayi yang baru lahir. Itu adalah cara mereka berkomunikasi dengan dunia luar,” jelas perawat itu dengan senyum sabar, berusaha meredakan kepanikan berlebih dari ayah baru di hadapannya. “Tapi tangisannya terdengar tidak nyaman, Sus! Bagaimana kalau mereka kesakitan?” cecar Rayden lagi, matanya bergerak gelisah menatap Reinhard yang berada di atas dada bidangnya. Napas pria itu memburu, dan tubuh tegapnya mendadak kaku bak patung. Dia takut gerakan sekecil apa pun akan memper
Read more