Aku terpana saat sesosok makhluk kecil dengan cahaya redup di atas kepalanya. Wajahnya begitu kecil, memiliki dagu yang runcing dan mata bulat. Cantik.Akan tetapi, cahaya itu mulai meredup, kelopak matanya bergerak buka tutup perlahan dan napasnya terdengar satu-satu.Perlahan kuulurkan lenganku mencoba menyentuh makhluk tersebut. Namun, belum sempat terjadi interaksi sebuah lengan mencekal pergelangan tanganku.Dari aroma ini aku mengenal, ini milik Zena. Aku menoleh,"Jangan sentuh makhluk itu, Nona. Dia mengandung racun," kata Zena datar."Tapi sepertinya dia sedang terluka," kilahku sambil menatap intens dan dalam makhluk itu.Entah mengapa hatiku terasa begitu sakit saat melihat sosok itu, kelopak matanya yang mungil dengan bibir merah tipis mengingatkan aku akan sosok putriku.Sungguh tubuhnya terlihat lemah tanpa tenaga, seperti habis melakukan perjalanan jauh. Kurogoh saku celanaku, di sana seingatku terisimpan sarung tangan khusus milikku. Aku tersenyum tipis saat benda itu
Terakhir Diperbarui : 2026-05-21 Baca selengkapnya