Kehidupan Hazel perlahan mulai menemukan ritmenya kembali, meski melelahkan dan meski sering membuat tubuh dan pikirannya nyaris tumbang. Hazel tetap menjalaninya pelan-pelan. Pagi hari rumah kecil di Jakarta Selatan itu selalu ramai sejak subuh. Suara tangisan bayi, suara mainan jatuh, ocehan kecil yang belum jelas dan langkah Miranti yang mondar-mandir membantu menyiapkan semuanya. Hazel biasanya sudah bangun bahkan sebelum alarm berbunyi. Kadang karena Leyan terbangun lebih dulu, kadang karena Liana mendadak aktif sendiri di atas kasur dan kadang karena Lintang yang diam-diam sudah duduk bangun memperhatikan dua saudaranya ribut. Hari-hari Hazel sekarang benar-benar penuh. Pagi mengurus bayi, siang kuliah, malam kembali jadi ibu untuk tiga anak kecil yang energinya seperti tidak pernah habis. Tubuhnya sering lelah, lingkar hitam samar di bawah matanya masih belum benar-benar hilang. Kadang pundaknya terasa nyeri karena terlalu sering menggendong anak bergantian dan kadang kepala
Read more