"Aduh, indahnya hembusan angin pagi yang membawa kedamaian... lupakan saja khayalan soal munculnya pria kekar mirip mantan kekasih dari Amerika yang membawa surat gugatan hak asuh asmara internasional yang sangat mengada-ada itu, sekarang mari kita nikmati langkah kaki yang elegan menyusuri jalan setapak pelataran pura yang agung ini tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" seru Madun bernapas lega sedalam-dalamnya sambil merapikan letak daster baru di lengan kasarnya, meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah berjalan dengan penuh keanggunan meninggalkan hiruk-pikuk los kain pasar kelurahan fajar ini.Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang pondasi ruko ruko desa. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak sangat gagah dibalut kaos singlet hitam ketat, memancarkan pesona
Baca selengkapnya