Bu Ayu, tentu saja menyadari kalau dadanya itu menempel erat di punggung Joko. Namun, dia tampak tidak peduli sama sekali. "Bang, kamu ke kota mau apa? Mau berangkat kerja, kah?" tanya Bu Ayu dengan nada santai. "Aku cuma ada urusan saja di sana," balas Joko. "Kirain mau berangkat kerja," ucap Bu Ayu. "Kalau boleh tau, Abang kerja apa? Pasti kerjaan Abang sangat bagus, kelihatan dari motor Abang." "Hehe, aku cuma tukang ojek, Bu," balas Joko dengan nada riang. "Masa sih? Abang bohong banget," jelas kalau Bu Ayu tak percaya. Di lihat dari penampilan saja, Joko tidak kelihatan sedikitpun seperti tukang ojek. "Aku serius, Bu!" balas Joko. "Kok tukang ojek keren banget. Pakaian Abang juga semuanya bermerek. Motornya juga, bagus banget," ucap Bu Ayu. "Selain tukang ojek, aku juga punya kerjaan sampingan yang cukup menghasilkan. Jadi, aku bisa beli barang-barang kayak gini," balas Joko. "Oh gitu yah, pantas saja," ucap Bu Ayu. Dia tidak menanyakan lebih lanjut, karena dia tahu bata
Read more