Kael dan Johan akhirnya naik di atas punggung kuda yang sama untuk menjaga tubuh sang Duke agar tidak jatuh terjerembab ke tanah. Johan duduk di bagian belakang, mencengkeram kendali dengan satu tangan sementara tangan lainnya menahan dada Kael yang terkulai lemas.Sementara itu, Emily naik di atas kuda lain tepat di belakang mereka, memegang obor minyak dengan jemari yang gemetar demi menerangi jalan setapak yang licin dan tertutup es tebal.Langkah kaki kuda-kuda militer itu terdengar berat, beradu dengan ranting-ranting beku yang patah di sepanjang jalan.Sepanjang perjalanan menembus hutan malam yang beku, keheningan di antara mereka terasa begitu mencekam. Johan, yang menahan perih di pundaknya akibat luka panah, melirik kepala Kael yang bersandar lemah di dekat bahunya.Johan yang memegang kendali kuda akhirnya memecah kesunyian, berkata dengan nada menyindir yang tajam pada Kael, "Hei, Duke. Kau seharusnya berterima kasih yang sebesar-besarnya pada Emily. Kau dengar aku, Ravens
Baca selengkapnya