125Zianka tertegun, seusai mendengar ucapan Raidu. Belum hilang rasa kagetnya, Zianka kembali dikejutkan dengan tindakan Raidu yang tengah berlutut dengan kaki kiri. Zianka terpana kala pria berkemeja biru pas badan itu mengulurkan kotak perhiasan kecil, di mana cincin berkilau di dalamnya. Zianka mengerjapkan matanya, untuk memastikan jika dia tidak salah lihat, dan itu bukan mimpi."Gimana, Zi?" tanya Raidu sembari menatap perempuan pujaan hatinya itu dengan intens."Ehm, Mas. Aku masih kaget ini," sahut Zianka sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang."Sorry, aku nggak bisa nahan diri lagi. Seperti yang pernah aku bilang dulu, aku nggak mau pacaran, dan pengen langsung nikah," jelas Raidu."Ehm, Mas, ini nggak bercanda, kan?" Raidu menaikkan alis. "Aku serius, Zi." Gadis bergaun ungu muda itu terdiam. Zianka mengamati pria berparas manis, yang selama 8 bulan terakhir telah menjadi sahabatnya. Zianka sebetulnya tidak mencintai Raidu, tetapi dia menyayangi pria itu yang tel
Baca selengkapnya