"After you, Miss Beaumont," ucap Kyrran. "Sure," timpal Andrea, menggerakkan pion putih dua petak ke depan dengan percaya diri. Di seberangnya, Kyrran membalas tanpa ragu, seolah sudah memperkirakan pembukaan yang akan ia pilih. Beberapa menit pertama permainan catur mereka berjalan tenang, namun selanjutnya medan perang kecil di atas papan catur mulai memanas. Di sofa, Kakek Dedrick dan Opa Riovandra tak berhenti saling sarkas secara halus. Beruntung ada Oma Tamara yang beberapa kali menyela sehingga tegang di antara mereka tidak berlarut. Meski saling memberi serangan balik, Andrea maupun Kyrran tampak sama-sama menikmati permainan catur itu. "Lama sekali, Miss Beaumont," sindir Kyrran sambil menyeringai. "Aku sedang memastikan kamu tidak menjebakku," Andrea menopang dagunya sambil memanyunkan bibir. "Tuduhan yang serius," sahut Kyrran. "Itu fakta," timpal Andrea, memindahkan kudanya sembari meluruskan punggung dan tersenyum manis pada Kyrran. Tatapan keduanya kemba
Baca selengkapnya