“Baiklah, kalau semua kata-kata itu tidak bisa menenangkanmu, setidaknya ingatlah bahwa ini hanya soal probabilitas. Kita masih punya peluang yang sangat besar untuk mendapatkan hasil yang baik.”Melihat Shelly tetap diam, Saryna tahu bahwa tidak satu pun kata penghiburannya benar-benar masuk ke hati sahabatnya.Shelly menarik napas yang tidak stabil.“Aku tidak pernah merasa diriku adalah orang yang beruntung.”Shelly menekan kuat gejolak emosinya, memaksa dirinya untuk tetap tenang.“Tidak apa-apa, Saryna. Kita berharap yang terbaik, tapi juga harus siap menghadapi kemungkinan terburuk.”Kalau saja Shelly menangis, Saryna masih bisa memeluk dan menghiburnya.Namun Shelly justru memilih berpura-pura tegar.Semakin melihat wajah kecil yang keras kepala itu, hati Saryna semakin sakit.Tatapan penuh tekad yang tiba-tiba muncul di mata Shelly seolah berkata, tidak perlu menghiburku. Tidak akan ada gunanya.“Nona Shelly, kita bisa mulai.”Dokter Herman yang sudah mengenakan pakaian operasi
Read more