“Grace, sayang, kau yakin tidak ingin membawa boneka beruangmu?”Althea berbicara sambil memakaikan topi kecil di kepala putrinya yang kini berusia empat tahun.“Tidak perlu, Mommy. Nanti Teddy takut kalau hujan,” jawab Grace sambil terkikik, menenteng tas kecil bergambar kelinci.Josh menatap adiknya dari sofa. “Grace, kau bilang Teddy berani minggu lalu.”“Dia berani kalau sama Papa,” sahut Grace cepat. “Tapi Papa sibuk.”Daven, yang baru turun dari tangga dengan jas kerja setengah rapi, mendengar kalimat itu. Ia berhenti sejenak, menatap putrinya dengan senyum lemah. “Siapa bilang Papa sibuk?”Grace menoleh dan berlari menghampirinya, memeluk kakinya erat. “Papa, kau datang?”“Tentu. Papa janji akan antar Grace ke playground hari ini,” ucap Daven sambil mengangkatnya ke gendongan. “Dan janji itu tidak bisa dibatalkan.”Althea menggeleng kecil, menahan senyum. “Kau seharusnya sudah berangkat setengah jam lalu, Daven.”“Aku sudah kirim pesan ke Arsen,” jawabnya santai. “Dia bisa mula
Baca selengkapnya