Mata Aluna membelalak sempurna dalam kegelapan kamar saat untaian kalimat perintah itu lolos dari bibir Bara. Ia buru-buru menggelengkan kepalanya dengan kuat sebagai tanda penolakan. Sebagai wanita yang masih sangat awam dengan aktivitas intim sejauh itu, membayangkan permintaan gila Bara saja sudah sukses membuat perutnya mual karena rasa syok. Aluna semakin dirayapi kepanikan saat menyadari tubuh kekar Bara mulai merangkak naik, mengungkungnya demi memaksakan kehendak."A-aku tidak bisa, Bar...""Karena selama satu bulan ini aku hanya boleh melakukan ini denganmu, jadi kau harus melakukan ini untukku!" potong Bara cepat, suaranya memberat penuh tuntutan ego yang egois."Bar, tapi aku....""Sebentar saja, Aluna!" potong Bara lagi, memangkas kalimat istrinya tanpa ampun. "Kecuali jika kau ternyata suka dan ingin bermain lebih lama lagi," kekeh Bara rendah, sebuah tawa nakal yang terdengar begitu menyebalkan di telinga Aluna.Aluna kembali menggelengkan kepalanya dengan cepat se
Read more