Anna terkejut, “Kak Victor, kenapa di sini?”Tanpa ragu Victor menarik kursi yang berada di samping Anna, “Aku laper, kayaknya kita makan di sini aja gimana? Enak kan makanannya?”“Tapi Kak, aku mau ngobrol sama Calvin.”“Ya ngobrol aja, nggak masalah kan?”“Aku pengin ngobrol berdua, Kak. Tadi kita uda membahas ini dan kamu sudah setuju kan?” Ucap Anna sedikit frustasi.Victor memandang Anna dan Calvin bergantian, “Kalian tidak berpacaran kan? Tidak ada yang dirahasiakan kan?”“Please, Kak. Lima belas menit, habis ini aku akan balik ke mobil.” Ucap Anna memohon.Belum sempat Victor menjawab, suara seorang perempuan muncul. “Hei.. Vin, kamu nggak bilang lagi di sini. Hai Anna, kamu cantik loh pakai dress kayak gini.” Ucap Steffany yang langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Anna.“Terima kasih, Stef. Hai Kak Andrew.” Sapa Anna pada pacar Steffany dan mendapat anggukan balik.“Ini?” tanya Andrew sambil menatap Victor.“Ini dokter Victor, salah satu dokter hebat yang dulu mena
Baca selengkapnya